Simbah putri asli Kartasura, rumah aslinya di sebelah timur beteng bekas kraton Kartasura. Sekarang rumah mbah buyut itu masih ada tapi sudah dijual oleh adik ragil simbah dan aku hanya bisa menyaksikannya dari luar pagar, baik pagar maupun bangunan itu masih asli sampai sekarang, dan masih terlihat kokoh dan indah.dengan langgar kecil di sebelah barat rumah.
Sedang mbah kakung berasal dari Kleco Koripan. Desa indah di sebelah barat Delanggu. Aku katakan indah karena jauh sebelum masuk desa sudah terdengar suara " deng deng deng deng deng. . . . . . . orang menempa besi dibuat cangkul, sabit, pisau dan alat lain.
Mbah buyutku, mbah Haji Ilham, ayah dari mbah putri punya 3 anak perempuan. Dan simbah selalu mencari anak mantu di pondok. Termasuk mbah kakungku yang sedang mondok di Mamba'ul Ulum yang sekarang Yayasan Pendidikan Al Islam Surakarta, yang diambil mbah buyut sebagai menantunya.
Karena mbah kakung dan mbah putri selalu sibuk, maka di rumah simbah di depan Pesanggrahan selalu ada keponakan mbah kakung dari Koripan selain pembantu lain yang selalu ada di rumah merawat rumah dan mengasuh ibu juga adik kakaknya.
Tentu saja anak anak simbah jadi anak anak yang manja. . . . . . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar