Rabu, 07 September 2011

BERSYUKUR

Mengajar anak-anak belajar membaca Al Qur'an adalah biasa.  Alhamdulillah sudah kami lakukan sejak adik ragilku kelas 4 MI  dan sekarang anaknya sudah ikut belajar membaca iqro.

Tapi yang masih membebaniku adalah adik sepupuku yang meninggal  16 tahun lalu, Ia berhasil mengajar iqro beberapa nenek usia antara 60 sampai 70 tahun sampai berhasil membaca Al Qur'an. Padahal dia laki-laki dan waktu meninggal baru berumur sekitar 25 tahun.

Di umurku yang 43 aku baru bisa mengajar anak anak, belum mengajar simbah simbah, Sungguh beban,  sedangkan ibu ibu muda disekitarku aku yakin masih banyak yang belum bisa membaca Qur'an.

Sampai seminggu menjelang romadhon kemaren. doaku dikabulkan Allah. Sepulang jama'ah maghrib aku beranikan diri mendekati seorang jamaah dan bertanya " Bulik, nyuwun pangapunten penjenengan sampun saget maos Qur'an dereng?" "Durung", katanya. "Umpami belajar kalih kula, kerso mboten?" Diluar dugaan beliao menjawab "Alhamdulillah, koe gelem mulang aku, gelem gelem banget,aku wis sui pengen iso ngaji tapi sapa sing gelem mulang wong tua ngene?

Ya Allah engkau dengarkan doaku selama ini, begitu mudahnya , , , , ,  Sore berikutnya kami mulai belajar.
Alhamduliullah ini seminggu usai idul fitri sudah ada dua ibu yang semangat belajar, Seorang ibu usia kira kira 40, dan seorang oma dengan 5 cucu kira kira 55 tahun.

Rasanya lengkap kebahagiaan ini, sekitar 20th, 3 kali seminggu ngaji bersama anak-anak ditambah setiap hari belajar bersama oma dan mama.

Semoga Allah memberiku kesempatan lagi, dan lagi dan semoga aku selalu ikhlas, insyaallah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar