Rabu, 07 September 2011

RUMAH INDAH DI MASA KECIL

     Ini cerita tentang Ibukku.
Seneng sekaligus haru bila mendengar ibu bercerita.
Aku lupa kapan ibu mulai bercerita tentang masa kecilnya. Tapi aku coba mengingat tentang rumahnya dimasa kecil.
    Rumah itu tepatnya terletak disebelah utara asrama Kopassus Kandang Menjangan, yang sekarang menjadi toko dan bengkel mobil.
    Saat itu kandang menjangan adalah bener bener kandang menjangan, yang dikelilingi pohon bambu rimbun dan tinggi. Di dalamnya ada banyak rusa yang tinggal di hutan kecil yang mengelilingi danau. Ibu dan teman temannya sering masuk dan main di dalam hutan itu. Saat raja dan rombongan datang untuk tetirah/beristirahat, naik kereta kebesaran, anak anak dan orang tua berjejer memberi penghormatan. Dan raja selalu menyebar uang receh, sebenarnya itulah yang ditunggu anak anak selain bisa menyaksikan kereta yang indah dan kluarga kraton yang gemerlap.
    Di danau itu Raja memancing, yang kata ibu ikannya sangat besar besar, Karena hanya ada sekitar 8 rumah di depan gerbang kandang tersebut jadi mereka termasuk yang juga kebagian ikan hasil tangkapan dari danau itu.
     Usai memancing dan berburu menjangan raja/kluarganya biasanya istirahat di pesanggrahan yang terletak di sebelah timur danau.
     Selain kandang menjangan yang aku rasa sangat indah, di sebelah utara rumah simbah juga ada sungai kecil berair jernih, tempat ibu dan temannya mandi,
     Rumah simbah terletak paling depan, jadi persis di pinggir jalan Jogja solo yang sekarang. Kata ibu sebenarnya rumahnya tidak begitu besar. ruang paling depan, pendopo kecil ada meja meja dan kursi panjang tempat mbah kakung ngajar ngaji dimalam hari. Lalu ruang di bagian selatan pendopo dijadikan mushola tempat orang orang yang lewat bisa mampir solat. Sedang ruang sebelah timur adalah toko yang buka hanya ketika mbah putri hamil tua sampai selesai memberi asi anaknya. Karena usai itu mbah putri berdagang di pasar Kartasura, dagang lurik, batik juga emas. mbah putri adalah pedagang seperti mbah buyut dan juga semua sodaranya.
     Satu lagi yang mebuat ibu sangat bahagia tinggal di situ adalah saat ada andong lewat yang membawa mbokde mbokde dan kakak sepupunya pulang dari berdagang. "Mbokde . . . . Yuuuuuu" teriak ibu. Lalu "ini, , , , ,  larilah kesini, ani oleh oleh dan uang untukmu. . . ., nanti dibagi ya dengan mas dan adikmu" Setiap  sore selalu ibu nunggu kereta mereka. Tentu saja mereka selalu menyiapkan oleh oleh buat keponakannya, sebab simbah kakung adalah adik ragil mereka.
    Ibuku, , , ,  manja dan dimanjakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar